Detail Berita

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO MENYELENGARAKAN ORENTASI AKADEMIK MAHASISWA PPG DALAM JABATAN ANGKATAN KE III TAHUN 2026

 

PURWOREJO — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bagi Guru Tertentu Angkatan III Tahun 2026. Acara yang berlangsung secara daring ini menghadirkan laporan perkembangan data pendaftaran dan lapor diri peserta.

Dalam pemaparannya, Yuli Widiyono dari Universitas Muhammadiyah Purworejo menyampaikan rekapan data pendaftaran hingga 30 September 2026 pukul 17.00 WIB. Dari total 217 data awal calon mahasiswa, terdapat 118 peserta yang telah menyatakan kesediaan, 97 peserta belum mengonfirmasi, dan 2 peserta menyatakan tidak bersedia. Sementara untuk proses lapor diri, sebanyak 87 mahasiswa telah resmi menyelesaikan pendaftaran ulang, sedangkan 31 peserta lainnya tercatat tidak melakukan lapor diri.

"Bidang studi Otomotif menjadi program studi dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 146 data awal. Dari jumlah tersebut, 83 peserta menyatakan bersedia dan 59 di antaranya sudah menyelesaikan status lapor diri," ujar Yuli. Selain Otomotif, sebaran peserta tersebar pada beberapa bidang studi lainnya, yakni Fisika (29 data awal), Bahasa Inggris (19 data awal), Bahasa Indonesia (13 data awal), serta Matematika (10 data awal).

Seiring dengan penyelenggaraan PPG daring, sebaran asal peserta pada Angkatan III ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Peserta tercatat berasal dari pulau Sumatera (Aceh, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung), Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur), Bali-Nusa Tenggara (NTB, NTT), Kalimantan (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur), Sulawesi (Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara), hingga Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua Barat Daya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purworejo, Dr. Riawan Yudi Purwoko, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPG Guru Tertentu Angkatan III Tahun 2026 yang resmi bergabung dengan UMPwr.

Dalam sambutannya, ia mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan durasi pembelajaran intensif yang akan berlangsung selama satu bulan ke depan dengan sungguh-sungguh.

"Bapak dan Ibu memiliki waktu satu bulan untuk belajar bersama kami di UMPwr. Mohon diikuti dengan baik dan dipersiapkan semaksimal mungkin dalam rangka menghadapi Ujian Kinerja dan Uji Pengetahuan (UKPPG)," tuturnya.

Dr. Riawan Yudi Purwoko juga mendoakan agar seluruh proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan para peserta dapat mencapai target utama program. "Semoga seluruh proses ini diberikan kelancaran, sehingga kita bisa mencapai hasil yang kita harapkan bersama, yaitu lulus 100 persen," pungkasnya.


Pada kesempatan yang sama, Teguh Wibowo menjelaskan bahwa program PPG bagi Guru Tertentu pada tahun 2026 ini terus dilanjutkan oleh pemerintah sebagai instrumen utama dalam menuntaskan sertifikasi pendidik bagi guru yang telah aktif mengajar. Pada tahap 2 tahun 2026 saja, pemerintah mencatat telah memanggil sebanyak 60.896 guru yang memenuhi persyaratan administrasi di seluruh Indonesia.

"Arah kebijakan saat ini bukan lagi sekadar memberikan kesempatan sertifikasi, melainkan fokus pada percepatan penuntasan guru-guru yang belum memiliki sertifikat pendidik," paparnya.

Ia menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan (Guru Tertentu) ini adalah untuk mempersiapkan para lulusan S-1 Kependidikan maupun S-1/D-IV Non-Kependidikan yang memiliki minat dan bakat mengajar. Melalui program ini, para guru dibekali agar menguasai kompetensi pendidik secara utuh dan profesional sesuai dengan Standar Pendidikan Guru.

Lebih lanjut, sasaran peserta program PPG Guru Tertentu ini difokuskan kepada para guru sekolah negeri maupun swasta yang telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan memiliki NPSN. Kriteria utama penerima program meliputi guru yang belum bersertifikat pendidik, aktif mengajar pada tahun ajaran berjalan, serta telah menerima pemanggilan resmi pada Angkatan 3 oleh Kemendikbudristek. Selain itu, peserta wajib memiliki kualifikasi pendidikan minimal S-1/D-IV dengan bidang studi yang linear terhadap ijazah yang dimiliki.

 

Prof Dr. Siska Desy Fatmayanti. M. Si. menjelaskan bahwa pendidikan saat ini dihadapkan pada perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang pesat, di mana ketersediaan informasi menjadi tanpa batas. Kondisi ini menuntut guru untuk mengubah peran dari sekadar penyampai pengetahuan menjadi fasilitator yang mampu mengarahkan siswa memanfaatkan teknologi secara bijak.

Di sisi lain, terdapat perubahan nyata pada karakter peserta didik yang sangat akrab dengan gawai dan media digital sehingga pola pembelajaran tidak bisa lagi hanya berorientasi pada penguasaan materi tekstual. Selain itu, kebutuhan dunia kerja yang kian kompleks serta tantangan sosial dan lingkungan yang semakin beragam mengharuskan guru memicu siswa agar menguasai keterampilan terapan, pemahaman tren industri, hingga kemampuan membangun jaringan (networking).

Melalui pemahaman atas tuntutan zaman tersebut, para peserta PPG Guru Tertentu Angkatan III diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kualifikasi administratif, tetapi juga siap memperbarui pendekatan mengajar agar relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.

 

Pada sesi ini, Dr. R. Wakhid Akhdinirwanto, M.Si. menyampaikan materi komprehensif mengenai Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) sebagai bentuk evaluasi akhir yang sangat krusial bagi seluruh peserta PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026. Pemaparan tersebut mencakup berbagai aspek teknis dan substansial, mulai dari mekanisme pelaksanaan ujian, bentuk kelengkapan portofolio, hingga standar penilaian yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa agar dapat dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat pendidik. Selain menjelaskan alur administrasi dan kesiapan mental yang diperlukan, beliau juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kisi-kisi instrumen uji kinerja dan uji pengetahuan agar para peserta dapat mempersiapkan diri secara optimal sejak awal pelaksanaan program.

Sebagai penutup rangkaian pemaparan materi, Hari Indarto, S.Kom. memberikan penjelasan teknis yang berfokus pada pengoperasian serta optimalisasi platform digital SIMPKB dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Dalam sesi ini, peserta dibimbing secara langsung mengenai tata cara integrasi akun pembelajaran, navigasi modul pelatihan, hingga pengelolaan administrasi tugas mandiri yang tersinkronisasi secara sistematis dalam platform tersebut. Penjelasan teknis ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa tidak mengalami kendala digital selama proses pembelajaran mandiri berlangsung, sekaligus mampu memanfaatkan fitur-fitur yang ada di PMM dan SIMPKB guna menunjang kelancaran studi hingga akhir tahapan program PPG.

logo
  • Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Jl. K.H.A. Dahlan No. 3 & 6 Purworejo
  • (0275) 321 494
  • info@umpwr.ac.id

© 2023 Universitas Muhammadiyah Purworejo

WhatsApp Icon